1. Direct manipulation
    User berharap aplikasi yang dipakainya mempunyai tools yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi/perubahan secara langsung. Misalnya untuk mempertebal huruf cukup dengan menekan Ctrl+B pada keyboard. Hal ini dapat mempercepat pekerjaan user.
  1. Control
    Prinsip control ini berkenaan dengan sifat user yang mempunyai tingkat konsentrasi yang berubah ubah. Kejadian salah ketik atau salah entri merupakan hal yang biasa bagi seorang user. Software engineer harus merancang suatu kondisi yang mampu mengatasi dan menanggulangi  hal-hal tersebut. Misalnya memberikan pesan kesalahan melalui message box.
  2. WYSIWYG
    WYSIWYG adalah kependekan dari what you see is what you get, yang berarti apa yang kamu lihat adalah apa yang kamu dapat. Contohnya apa yang tercetak di printer merupakan informasi yang terkumpul dari data-data yang terlihat di layar monitor. lnformasi yang ditampilkan harus sesuai dengan pencarian data user dan jugs harus sesuai dengan data yang ada pada aplikasi sistem.

    Jika sistem mempunyai informasi yang lebih dari yang diinginkan user. hendaknya dibuat pilihan (opsional) sesuai dengan keinginan user

  3. Flexibility
    Tool/alat yang bisa digunakan user jangan hanya terpaku pada keyboard atau mouse saja.   Misalnya dengan adanya menu, hotkey, dan yang lainnya.
  1. Responsiveness
    Tampilan aplikasi yang dibuat harus ada responsnya. Setelah user memberikan input atau    memasukkan data ke aplikasi sistem melalui antarmuka, sebaiknya sistem langsung memberi tanggapan/respons dari hasil data yang diinputkan.
    Selain teknologi komputer semakin maju sesuai dengan tuntutan kebutuhan manusia, software yang dibangun pun harus mempunyai reaksi tanggap yang cepat. Hal ini didasari pada sifat manusia yang semakin dinamis/tidak mau menunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *